Pasar properti mewah Indonesia cenderung stagnan

Seperti diberitakan banyak media bahwa bisnis properti Indonesia dalam 3 tahun belakangan mengalami stagnansi.

Namun sebenarnya perlu ditilik juga stagnansi tersebut dari segi apa ?

Pada kenyataannya banyak pengembang tidak merasa gentar dalam meluncurkan produk propertinya di berbagai segmen.

Pasar properti menengah ke bawah tetap ramai diburu konsumen, bunga Bank yang sedang turun juga turut membantu konsumen dalam memutuskan pembelian.

Sedangkan untuk pasar properti menengah atas – high end, diberitakan terjadi penurunan daya beli.

Jawabannya iya dan tidak, dikatakan iya karena jika beberapa tahun terakhir developer selalu membukukan angka penjualan dengan gemilang hingga sold out, dalam 2 tahun belakangan hal tersebut jarang ditemui kembali.

Tidak karena, sebenarnya pilihan konsumen semakin banyak berkat banyaknya produk yang ditawarkan developer.

Interior L 12 Lakewood

Bukti aktualnya adalah justru kenaikan omzet beberapa developer ternama Indonesia.

Ya, memang ada beberapa developer yang mengalami penurunan signifikan. Namun ini lebih disebabkan karena landbank milik developer tersebut semakin terbatas.

Properti mewah sebenarnya cenderung lebih stabil dari segi harga dan permintaannya.

Di Lakewood Nava Park daerah BSD misalnya, saat launching perdana developer menjual mulai dari harga 7 milyar-an saja.

Kini developer menjual mulai harga 8 milyar-an dalam waktu 1 tahun berselang.

Angka penjualan pun terbilang cukup menggembirakan karena tahap pertama cluster ludes dibeli konsumen.

Advertisements

Pergudangan di Bogor

Bogor Jawa Barat merupakan salah satu propinsi di pulau Jawa dengan kepadatan penduduk tertinggi.

Namun berdasarkan data, tingkat pengangguran propinsi ini juga terbilang tinggi.

Salah satu penyebab adalah kondisi geografis kebanyakan area ini yang masih sulit dijangkau dan menghambat pembangunan.

Penyerap tenaga kerja tertinggi suatu negara biasanya adalah industri manufaktur dsb, jenis industri inilah yang masih sangat kurang jumlahnya.

Tidak banyak area yang bisa dijadikan area industri di Bogor.

Salah satu area yang kini banyak dilirik orang adalah daerah Gunung Sindur.

Area yang dekat dengan perbatasan Bogor – Tangerang Selatan ini belakangan mulai terbangun berkat masuknya pengembang properti.

Beberapa proyek perumahan berhasil dikembangkan dan mencatat angka penjualan yang cukup fantastis dalam beberapa tahun terakhir.

Namun tidak demikian dengan properti berbasis industri atau komersial.

PT. Sumber Rejeki Gema Mandiri yang banyak berbasis sebagai developer dan kontraktor, melihat peluang ini dan kini sedang mengembangkan pergudangan berbasis industri di jalan Atma Asnawi, Gn Sindur Bogor.

Total 28 hektar lahan akan dibangun bangunan gudang dan kavling siap bangun.

Istimewanya area ini mendapatkan ijin industri, yang jarang dimiliki lahan-lahan lain di sekitaran.

Area pergudangan modern yang dibangun bernama Sigma Kartika, yang dibentuk bersama dengan perusahaan lain sebagai partner.

Keuntungan membeli properti dengan KPR

Keuntungan membeli properti dengan KPR antara lain :

  1. Tidak perlu menabung terlalu lama untuk mengumpulkan uang dibanding membeli secara tunai.
  2. Secara investasi juga lebih menguntungkan karena modal yang ada bisa diputar atau diusahakan ke usaha / portofolio investasi lain.
  3. Legalitas aman, karena pihak Bank yang akan lebih proaktif mengenai legalitas properti yang akan kita beli.
  4. Tingkat kenaikan properti di Indonesia melebihi tingkat suku bunga KPR yang ditetapkan Bank, karena itu tidak perlu khawatir akan kerugian terhadap bunga Bank.
  5. Proses penebusan / pelunasan maupun informasi pinjaman lainnya jaman sekarang lebih mudah diakses berkat kemajuan teknologi informasi.

Bank yang banyak dipakai untuk KPR di Indonesia adalah BCA, BTN, BNI, CIMB Niaga, OCBC NISP, Bank Mandiri, Danamon, Maybank, dan beberapa bank lainnya.

Rate bunga rata-rata di tahun 2016 ini untuk KPR berkisar antara 8.5 hingga 10 % per tahunnya.